Sejak kecil saya menonton film action, dan menyukainya. Tentu saja. Kebanyakan film perang dan film mengenai polisi. Satu hal yang menarik perhatian saya sejak kanak-kanak adalah kesamaan karakter tokoh-tokoh jagoannya.

Semua tokoh jagoan di film-film yang saya sukai selalu saja berpangkat rendah (menengah), tidak ada yang berpangkat tinggi, sukses dalam kariernya sebagai polisi atau tentara, kaya raya dan hidup nyaman. Selalu saja mereka berpangkat rendah (menengah), mempunyai keterbatasan finansial dan hidupnya amburadul. Read More

Wanita itu kuintip kala sedang tidur tadi malam. Di sampingnya ada anak lelakinya yang juga pulas tertidur. Wanita itu isteriku. Aku terbangun cukup pagi hari ini, setelah bolak-balik ganti channel TV dan tak ada yang menarik, kuintiplah isteri di dalam kamar.

Wanita yang kukenal sejak 2005 ini telah banyak berubah. Siapa yang tidak? Tapi dia tetap juara di hatiku.

Read More

Ya, hari ini, tanggal 9 Desember, serentak seluruh dunia merayakannya sebagai Hari Anti Korupsi Se Dunia. Banyak jargon, banyak spanduk, banyak kampanye, banyak iklan, banyak kegiatan, banyak sosialisasi dan banyak perbincangan di forum-forum.

Selain itu, tentu saja banyak demonstrasi. Buat orang awam kayak saya, sering berpikir: “Sedikit-sedikit kok demo! Ngaruhnya apa?”. Sekali lagi saya tegaskan, kalimat tadi itu sekedar membuktikan bahwa saya ini orang awam kebanyakan. Bukan aktivis yang berapi-api (dengan apapun motif dan agenda di belakangnya). Bukan pakar ataupun akademisi yang berkecimpung di bidang korupsi atau pemberantasannya.

Read More

Tadi pagi saya mengikuti In House Training (IHT) tentang komunikasi yang dipandu oleh tim dari LCC LP3I yang diadakan di kantor saya. Sesi pertama dibawakan a la akademisi oleh Ibu Dian Marhaeni K., M.Si, dosen Akhlaq Komunikasi pada Mata Kuliah Periklanan dan Public Relations di Fakultas Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Sesi kedua dibawakan oleh Bapak Antony Susilo dengan gaya motivator atau public speaker. Tanpa membawa materi, hanya bertukar pikiran dan pengalaman yang dikumpulkan secara empiris. Read More

Kira-kira seminggu yang lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke sebuah pabrik rambut palsu (baca: wig) yang terletak di Purbalingga. Purbalingga, beberapa tahun ini memang tenar sebagai penghasil bulu mata dan rambut palsu. Ndak main-main, Purbalingga bahkan menjadi produsen kedua barang tersebut yang terbesar nomor dua di dunia.

Nomor dua di dunia! Bayangkan! Apa prestasi positif yang bisa dicapai Indonesia selain yang murni anugerah dari Tuhan? Ndak usah repot-repot mikir apalagi googling, saya juga bingung akan jawabannya. Read More